
Whoa, akhirnya buku yang saya edit ini terbit juga, setelah mengendap sekian lama. Yang bikin tertunda adalah CD ROM-nya, yang memang disertakan dalam buku. Berisi 30 artikel Betti Alisjahbana ini dilengkapi dengan ilustrasi menarik Tita Larasati.
Saya menulis bagian awal buku yang dimulai dengan kisah singkat perjalanan karir Betti, eks Presiden Direktur IBM Indonesia yang kini merintis karir sebagai entrepreneur. Semua artikel tersebut pernah dimuat di QBheadlines.com, di rubrik Karir dan Kepemimpinan.
Kayak apa sih bukunya? Nih, ada resensinya:
Judul Buku: Tiap Detik Bermakna
Penulis: Betti Alisjahbana
Editor: Merry Magdalena
Penerbit: PT. Dian Rakyat, 2009
JAKARTA – Kian hari, kompetisi dunia kerja kian keras saja. Krisis ekonomi berkepanjangan membuat setiap orang berusaha mendapatkan kehidupan layak, baik dari sisi finansial maupun spiritual. Tidak semua orang dapat meraihnya, mengingat sedemikian kerasnya pergulatan hidup ini.
Sukses di karir, keluarga, juga kehidupan spiritual, adalah kelengkapan yang didambakan setiap orang. Sebagai perempuan yang mengawali karirnya dari bawah, Betti Alisjahbana sukses menapak puncak tertinggi sebuah perusahaan multinasional teknologi informasi. Nyaris setengah dari seluruh kehidupannya dihabiskan di IBM Indonesia, dengan posisi terakhir sebagai Presiden Direktur. Sebuah prestasi yang tidak biasa, mengingat Betti juga harus membagi waktu bagi dua putranya, dan tentu saja berperan sebagai istri. Di luar itu, lulusan Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga punya segudang kegiatan sosial.
Bagaimana seorang Betti bisa membagi waktu, energi, ide, konsentrasi ke semua bidang itu? Betti dengan senang hati berbagi pengalaman dalam buku “Tiap Detik Bermakna” yang ditulisnya. Buku terbitan Dian Rakyat tahun 2009 ini membahas berbagai aspek untuk sukses di dunia kerja. Mulai dari persiapan ketika masih mahasiswa, mencari pekerjaan ideal, membangun jejaring, memilih tim pemenang, mengarungi persaingan di dunia kerja, hingga ke posisi puncak, dan masih banyak lagi topik seputar dunia kerja dan kepemimpinan yang dibahas.
Bahkan problema sehari-hari yang dihadapi para pekerja, seperti menghadapi rekan kerja yang sulit, atasan menyebalkan, menjual ide, hingga membangun lingkungan kerja yang sehat, juga diulas tuntas di sini. Intinya, “Tiap Detik Bermakna” merupakan buku pegangan bagi setiap individu yang tengah berkarir dan mengharapkan keberhasilan dalam hidupnya.
Di buku setebal 195 halaman ini, Betti menghadirkan 30 artikel seputar karir dan kepemimpinan. Mayoritas artikel tersebut pernah dimuat di rubrik Karir dan Kepemiminan situs QBHeadlines.Com. Tidak hanya mengulas masalah karir dan kepemimpinan, Betti juga membahas tentang tata cara mengelola keuangan dan berinvestasi. Semua disarikan dari pengalaman Betti selama 25 tahun berkarir, sekaligus juga membangun investasi, agar seorang pekerja tidak hanya menghabiskan gajinya saja, melainkan juga mampu membuat gajinya “beranak pinak”
Dihiasi ilustrasi menarik karya kertunis Tita Larasati, setiap bab dapat dikatakan merupakan kunci dari keberhasilan perjalanan karir Betti. Dengan gaya bahasa ringan, mudah dicerna, dan bersahabat, Betti menuturkan juga pengalamannya ketika menunaikan ibadah haji, yang bisa dikatakan merupakan puncak kepuasan spiritual di samping keberhasilan karir dan berkeluarga.
Betti menutup buku ini dengan artikel “Hidup Seimbang, Apa dan Bagaimana Mencapainya”, sebuah artikel yang mengajak pembaca untuk mengenal nilai-nilai terpenting dalam hidup kita masing-masing, lalu menurunkannya menjadi tujuan dan harapan yang sesuai, dan selanjutnya mengatur prioritas dan waktu sejalan dengannya. “Saya menerapkan cara ini, dan hasilnya sungguh menggembirakan. Kini bukan saja saya punya waktu untuk pekerjaan dan keluarga, saya pun punya waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial,” ungkap Betti di bab terakhir ini.
Dilengkapi dengan CD presentasi, buku ini diharapkan mampu membuat pembaca -khususnya kalangan generasi muda yang tengah menapak karir- mencernanya dengan mudah. Buku ini diharapkan mampu menjadi guideline untuk mereka yang ingin sukses di semua aspek hidupnya.
“Dunia penuh dengan peluang, dan kita punya bakat-bakat yang bisa diasah dan dikembangkan. Mereka yang mengasah bakat-bakatnya, dan menggunakannya untuk meraih kesempatan, akan mendapatkan manfaat yan luar biasa, baik bagi dirinya, maupun bagi orang-orang di sekitarnya,” pesan Betti.***