<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Merry &#38; Associates &#187; Blog</title>
	<atom:link href="http://merry.netsains.com/category/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://merry.netsains.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jul 2010 02:02:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Semestinya Saya Lebih Rajin Mengurus Buku-buku yang Saya Tulis Sendiri&#8230;</title>
		<link>http://merry.netsains.com/semestinya-saya-lebih-rajin-mengurus-buku-buku-yang-saya-tulis-sendiri/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/semestinya-saya-lebih-rajin-mengurus-buku-buku-yang-saya-tulis-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 02:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Things]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[
Semestinya saya lebih rajin mendokumentasikan semua buku yang saya tulis, bahkan bikin web khusus, juga menjualnya secara online&#8230;ah andaikata saya serajin itu&#8230;Bisakah? Oke akan saya coba ya
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-169" title="mybooks" src="http://merry.netsains.com/wp-content/uploads/2010/07/mybooks.jpg" alt="mybooks" width="597" height="502" /></p>
<p>Semestinya saya lebih rajin mendokumentasikan semua buku yang saya tulis, bahkan bikin web khusus, juga menjualnya secara online&#8230;ah andaikata saya serajin itu&#8230;Bisakah? Oke akan saya coba ya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/semestinya-saya-lebih-rajin-mengurus-buku-buku-yang-saya-tulis-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali &#8220;Ngomik&#8221; di Sela Nulis, Ngeweb dan Ngedit</title>
		<link>http://merry.netsains.com/kembali-ngomik-di-sela-nulis-ngeweb-dan-ngedit/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/kembali-ngomik-di-sela-nulis-ngeweb-dan-ngedit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 01:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Business as Usual...]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Things]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Selama menanti mbrojolnya 3 buku saya, saya juga membantu penerbitan buku Pak Rovicky yang pakar geologi.
Majalah Jurnal Energi juga mempercaya saya menjadi editor dan penulis. Saya juga mengedit buku mengenai Neuro Linguistic Programming seorang trainer di bidang itu, Gendro Salim.
Di sela itu semua, saya juga menjadi asisten Harry Surjadi dalam training Menulis Ilmiah Populer di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-162" title="campur2" src="http://merry.netsains.com/wp-content/uploads/2010/06/campur2.jpg" alt="campur2" width="496" height="355" />Selama menanti mbrojolnya 3 buku saya, saya juga membantu penerbitan buku <a href="http://rovicky.wordpress.com">Pak Rovicky</a> yang pakar geologi.</p>
<p>Majalah Jurnal Energi juga mempercaya saya menjadi editor dan penulis. Saya juga mengedit buku mengenai Neuro Linguistic Programming seorang trainer di bidang itu, Gendro Salim.</p>
<p>Di sela itu semua, saya juga menjadi asisten Harry Surjadi dalam training Menulis Ilmiah Populer di Pusdiklat Depkeu akhir Mei kemarin. Masih tetap mengelola <a href="http://netsains.com">Netsains</a> dan <a href="http://tanyacinta.com">TanyaCinta.Com</a>.</p>
<p>Dan karena agak boring, saya kembali menekuni menggambar komik strip. Agak susah juga melatih tangan menggambar dengan mouse, terlebih setelah sekian abad absen menggabar. Ini ada beberapa contoh coretan iseng saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/kembali-ngomik-di-sela-nulis-ngeweb-dan-ngedit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penantian Kelahiran &#8220;Public Relations Ala Wimar&#8221;, dan 2 Buku Lain</title>
		<link>http://merry.netsains.com/penantian-kelahiran-public-relations-ala-wimar/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/penantian-kelahiran-public-relations-ala-wimar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 01:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Business as Usual...]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Fyuh, sudah lama sekali ngga ngurusin blog ini, akibat (sok) sibuk.
Naskah buku &#8220;Public Relations Ala Wimar Witoelar&#8221; sebenarnya sudah saya selesaikan sejak berbulan-bulan lampau lamanya. Saya menyelesaikannya hanya 3 mingguan. Berkat kerjasama yang baik dengan tim Intermatrix.
Hanya lambreta di penerbit. Selama masa penantian itu, saya pun menulis buku lain, &#8220;Tips Menjadi Single Parent Sukses&#8221; dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-156" title="ww1" src="http://merry.netsains.com/wp-content/uploads/2010/06/ww1.jpg" alt="ww1" width="365" height="277" />Fyuh, sudah lama sekali ngga ngurusin blog ini, akibat (sok) sibuk.</p>
<p>Naskah buku &#8220;Public Relations Ala Wimar Witoelar&#8221; sebenarnya sudah saya selesaikan sejak berbulan-bulan lampau lamanya. Saya menyelesaikannya hanya 3 mingguan. Berkat kerjasama yang baik dengan tim Intermatrix.</p>
<p>Hanya lambreta di penerbit. Selama masa penantian itu, saya pun menulis buku lain, &#8220;Tips Menjadi Single Parent Sukses&#8221; dan &#8220;Melindungi Anak dari Intaian Seks Bebas&#8221; yang juga saya serahkah ke Grasindo untuk diterbitkan.</p>
<p>Tapi sampai sekarang juga masih belum naik cetak akibat cover belum kelar.</p>
<p>Hiks!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/penantian-kelahiran-public-relations-ala-wimar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Let&#8217;s Get Rock with WW &amp; InterMatrix!</title>
		<link>http://merry.netsains.com/lets-get-rock-with-ww-intermatrix/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/lets-get-rock-with-ww-intermatrix/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 01:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Business as Usual...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Yup. Klien pertama saya di tahun ini adalah Wimar Witoelar &#38; Intermatrix. Siapa tak kenal WW, demikian Wimar akrab disapa?
Saya akan membantu mereka menulis buku mengenai seluk beluk PR yang inovatif berdasarkan sharing pengalaman WW dan timnya di dunia ini. Sebuah kehormatan buat saya, mengingat WW adalah figur luar biasa di dunia komunikasi yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-152" title="jmmww" src="http://merry.netsains.com/wp-content/uploads/2010/01/jmmww.jpg" alt="jmmww" width="316" height="240" />Yup. Klien pertama saya di tahun ini adalah Wimar Witoelar &amp; Intermatrix. Siapa tak kenal WW, demikian Wimar akrab disapa?</p>
<p>Saya akan membantu mereka menulis buku mengenai seluk beluk PR yang inovatif berdasarkan sharing pengalaman WW dan timnya di dunia ini. Sebuah kehormatan buat saya, mengingat WW adalah figur luar biasa di dunia komunikasi yang sudah lama saya segani. Intermatrix sendiri adalah sebuah tim PR andal.</p>
<p>Let&#8217;s get rock together!</p>
<p>Caption foto: saya, WW &amp; Tim Intermatrix di meeting pertama mengenai buku yang kami susun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/lets-get-rock-with-ww-intermatrix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merry &amp; Associates Writing Consultant</title>
		<link>http://merry.netsains.com/merry-associates-writing-consultant/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/merry-associates-writing-consultant/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 00:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Business as Usual...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[


















Verba volant scripta manent:
yang terucap akan menguap, yang tertulis akan abadi.
 















What?
Merry &#38; Asscoiates adalah sebuah konsultan di bidang penulisan. Di era teknologi informasi yang kian canggih, komunikasi antar manusia tak lagi sekadar mengandalkan komunikasi lisan, melainkan juga tulisan. Website, ebook, buku, artikel di media massa, media online, jejaring sosial, email, blog, semua mengunakan tulisan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_139" class="wp-caption alignleft" style="width: 368px"><img class="size-full wp-image-139" title="merryass" src="http://merry.netsains.com/wp-content/uploads/2009/12/merryass.JPG" alt="merryass" width="358" height="203" /><p class="wp-caption-text">My New Business Card. </p></div>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><em>Verba volant scripta manent:</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>yang terucap akan menguap, yang tertulis akan abadi.</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><strong>What?</strong></p>
<p>Merry &amp; Asscoiates adalah sebuah konsultan di bidang penulisan. Di era teknologi informasi yang kian canggih, komunikasi antar manusia tak lagi sekadar mengandalkan komunikasi lisan, melainkan juga tulisan. Website, ebook, buku, artikel di media massa, media online, jejaring sosial, email, blog, semua mengunakan tulisan. Masalahnya, tidak semua orang mampu menulis secara meyakinkan, sesuai dengan maksud dan tujuannya, sesuai dengan ide dan opininya.</p>
<p>Berbekal pengalaman selama bertahun-tahun sebagai jurnalis di media massa nasional, penulis buku, editor, pengelola konten web, Merry &amp; Associates siap membantu apa pun masalah di dunia tulis menulis. Baik itu untuk personal, perusahaan, instansi, organisasi, dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-135"></span></p>
<p><strong>Why?</strong></p>
<p>Komunikasi tertulis yang meyakinkan dan tepat sasaran menjadi kunci utama apakah sebuah usaha bisa berhasil dilakukan. Banyak produk gagal di pasaran akibat penyampaian komunikasi yang kurang tepat saat promosi. Banyak informasi kurang sukses ditangkap sasaran akibat ada kesalahan dalam struktur komunikasi tertulisnya.</p>
<p>Atau sebuah jumpa pers tidak menghasilkan target sesuai keinginan klien karena penyajian pers rilis dan presentasi yang kurang menarik dan fokus. Banyak juga pengalaman berguna, unik, ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia tidak sampai ke orang banyak yang membutuhkan hanya karena tak bisa dituangkan dalam bentuk tulisan yang menarik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Who?</strong></p>
<p>Merry &amp; Associates didirikan oleh Merry Magdalena, penulis buku &#8216;Situs Gaul Gak Cuma Buat Ngibul&#8217; (Gramedia Pustaka Utama), &#8216;UU ITE, Don&#8217;t Be The Next Victim&#8217; (Gramedia Pustaka Utama), &#8216;Pilih Windows, Mac atau Linux?&#8217; (Kanaya Press), dan banyak lagi. Ia juga editor sejumlah buku, penulis pendamping, pengelola dan pemilik web Netsains.Com. Sempat menjadi jurnalis sains dan teknologi di harian Sinar Harapan. Info lebih lengkap tentang portfolio dan kegiatan terkini ada di <a href="../">http://merry.netsains.com</a>.</p>
<p>Jaringannya di dunia tulis menulis, jurnalistik, penerbitan, hingga media massa (koran, majalah, media online, TV dan radio) , membantunya mewujudkan konsultan ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>When?</strong></p>
<p>Jika memiliki semua masalah di bidang tulis menulis, kapan lagi waktu yang tepat untuk mengatasinya jika bukan sekarang juga? Ya, kami siap membantu Anda sekarang atau kapan pun juga!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Where?</strong></p>
<p>Di zaman serba canggih, dimana komunkasi bisa dilakukan 24 jam dimana saja dan kapan saja, kami juga menjalankan operasi seirama dengan kemajuan teknologi. Email, Yahoo Messenger, Facebook, Twitter, dan sebagainya, siap kami jadikan sebagai media menjalankan konsultasi ini. Jadi dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkan, kami selalu siap.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>How?</strong></p>
<p>Jika Anda berminat bekerjasama dengan kami, kirimkan saja email saja ke <a href="mailto:merry_magdalena@yahoo.com">merry_magdalena@yahoo.com</a>. Jangan lupa sampaikan secara spesifik konsultasi jenis apa yang Anda butuhkan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Services:</strong></p>
<p><strong>Mediasi ke penerbit</strong></p>
<p>- Improvement naskah buku menjadi buku hingga diterbitkan.</p>
<p><strong>Jasa Penulisan</strong></p>
<p>- Penulisan buku, company profile, pers rilis, untuk instansi, perusahaan, personal.</p>
<p>- Mengelola konten Website/Blog.</p>
<p><strong>Training Menulis </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>- </strong>untuk umum atau kalangan tertentu (instansi, perusahaan, organisasi, lembaga pendidikan, dsb)</p>
<p>-Artikel, cerpen, buku, jurnalistik, pers rilis, dsb.</p>
<p>- Trainner: Harry Surjadi, ex jurnalis senior Kompas, penulis dan aktivis lingkungan hidup, freelancer.</p>
<p>- Didukung pula oleh sejumlah trainner tamu jika dibutuhkan: penulis novel, jurnalis senior media massa (koran, majalah, media online, TV dan radio), blogger terkenal, cerpenis, kolomnis, dsb.</p>
<p>- Menerima training menulis untuk program esktrakulikuler SMP dan SMA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/merry-associates-writing-consultant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Novel Grafis Petualangan John &amp; Kund</title>
		<link>http://merry.netsains.com/novel-grafis-petualangan-john-kund/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/novel-grafis-petualangan-john-kund/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 01:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business as Usual...]]></category>
		<category><![CDATA[comic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian teman yang sudah sempat mengikuti teaser&#8221; Novel yang Aneh&#8221;, saya kabarkan bahwa petualangan Johnkecops Kleinstueber dan Kunderemp Narkaulepsy alias John dan Kund mengarungi mesin waktu tidak jadi dituang dalam bentuk novel.
Jangan kecewa dulu. Sebab kisah dua agen yang bertugas mengubah sejumlah keputusan bodoh pemimpin negeri Republik Endonez di masa lalu itu akan lebih terasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_123" class="wp-caption alignleft" style="width: 406px"><img class="size-full wp-image-123" title="Visualisasi Petualangan John &amp; Kund" src="http://merry.netsains.com/wp-content/uploads/2009/11/untitled1.JPG" alt="untitled" width="396" height="303" /><p class="wp-caption-text">Ilustrasi: kompilasi dari berbagai sumber Internet. Just trying to give a good visual about how if this story will be release as a movie (my dream).</p></div>
<p>Sebagian teman yang sudah sempat mengikuti teaser&#8221; Novel yang Aneh&#8221;, saya kabarkan bahwa petualangan Johnkecops Kleinstueber dan Kunderemp Narkaulepsy alias John dan Kund mengarungi mesin waktu tidak jadi dituang dalam bentuk novel.</p>
<p>Jangan kecewa dulu. Sebab kisah dua agen yang bertugas mengubah sejumlah keputusan bodoh pemimpin negeri Republik Endonez di masa lalu itu akan lebih terasa nyata dalam sosok komik.</p>
<p><span id="more-124"></span></p>
<p>Ya, betul, komik atau novel grafis. Dulu sempat terpikir membuatnya sebagai novel semi grafis dimana setiap bab diwarnai ilustrasi berupa aneka karya grafis, baik yang manual atau computerized. Tapi tertunda juga karena kesibukan (ah alasan!).</p>
<p>Eureka! Akhirnya kemarin bersua seorang sohib lama dari zaman prasejarah yang memang coretannya cukup sreg di hati. Jadi kami yang baru sekali ketemu lagi setelah sekian abad, dan ketemunya pun di FB (salut buat Zuckerberg!). Dan topik obrolan pertama kami adalah &#8220;AYO KITA BIKIN KOMIK&#8221;.</p>
<p>Seperti pernah saya tulis dulu, semua tokoh dalam kisah ini sungguhan ada, menggunakan nama cyber mereka. Dua tokoh utamanya, John dan Kund, sudah beberapa kali saya tampilkan bocoran tampangnya di Note FB dulu-dulu. Di sini saya buat selintas ilustrasinya.</p>
<p>Hmm sebenarnya ada obsesi ingin memfilmkan kisah ini. Jadi saya butuh imaji visual agar lebih semangat menuntaskan kisah ini.</p>
<p>Sabar ya, saya dan sang ilustrastor, Irwan Chandra, baru saja memulai proyek ini. Kami perlu sepakat dulu dengan penggambaran detil karakter para tokoh. Ini proyek bisa dikatakan idealis. Ngga bisa diuber-uber deadline. Harus sesuai mood. Yang penting kami butuh dukungan spirit dari teman semua.</p>
<p>*Buat yang kepikiran mau nyolong ide cerita atau apalah, saya sumpahin bisulan di kedua biji matanya sampai 5 tahun ngga sembuh2. Kayaknya sumpah ini lebih manjur daripada UU Hak Cipta or sejenisnya lah.*</p>
<p>Banzai!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/novel-grafis-petualangan-john-kund/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerpen tahun 2002: The Punk Couple</title>
		<link>http://merry.netsains.com/cerpen-tahun-2002-the-punk-couple/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/cerpen-tahun-2002-the-punk-couple/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Things]]></category>
		<category><![CDATA[shortstory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Wow, cerpen ini umurnya sudah 7 tahun! Ya, cerpen bergaya punk ini kutulis tahun 2002, saat aku belum kenal Rosa Liksom, cerpenis punk asal Finlandia. Tapi setelah aku mengenalnya beberapa waktu kemudian, kutemui kami memiliki banyak kesamaan gaya.
Waktu menulisnya dulu, aku berusaha memberi kejutan di akhir cerita. Entah sukses atau tidak. Di cerpen yang belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-102" title="punk_couple02" src="http://merry.netsains.com/wp-content/uploads/2009/11/punk_couple02.jpg" alt="punk_couple02" width="217" height="171" />Wow, cerpen ini umurnya sudah 7 tahun! Ya, cerpen bergaya punk ini kutulis tahun 2002, saat aku belum kenal Rosa Liksom, cerpenis punk asal Finlandia. Tapi setelah aku mengenalnya beberapa waktu kemudian, kutemui kami memiliki banyak kesamaan gaya.</p>
<p>Waktu menulisnya dulu, aku berusaha memberi kejutan di akhir cerita. Entah sukses atau tidak. Di cerpen yang belum pernah terpublikasikan di media manapun ini, kuharap kejutan itu bisa sedikit mengejutkan pembaca. Nah, tolong komentari ya apakah kalian terkejut dengan bagian akhirnya. ****</p>
<p><span id="more-101"></span></p>
<p>The Punk Couple</p>
<p>Merry Magdalena</p>
<p>Dari jauh sudah kukenali kepala botak mengkilap Si Rix. Diterpa sinar matahari berkilatan mirip lampu bohlam kuning menyala. Matanya menyipit menahan terik matahari. Ia berjalan gontai dengan tubuh begengnya. Dan ia bangga betul. Tidak jarang ia menahan lapar untuk menjaga kekerempengan tubuhnya.</p>
<p>“Anax punk gax pantez gemux,” argumennya dalam bahasa kami.</p>
<p>Ada Inggris British dan Inggris Amrik. Kamu pun menciptakan Indonesia British. Maksudnya, bahasa Indonesia yang dibuat aksen Bristish. Kami memakainya saat ngobrol antara kami saja. Kelamaan jadi terbiasa dan kami gunakan pula ketika ngobrol dengan orang di luar kami.</p>
<p>Aku sendiri tengah meratapi cat rambut unguku yang mulai luntur. Beli lagi berarti uang lagi. Tapi Onix punya formula jitu membuat cat minyak jadi cat rambut awet lagi aman. Entah bahan kimia apa ditambahkannya pada cat minyak agar bisa jadi enak jatuh di rambut. Ia sudah buktikan dengan memakaikan sendiri cat minyak warna hijau ke rambut landaknya.</p>
<p>“Boleh zuga,” komentarku.<br />
“Cobha saza. Zamin gax nyesals, dech!”</p>
<p>Sore itu kami kumpul di Loronkz Punx, sebuah lorong kecil diapit dua gedung megah. Lorong yang menjadi ‘jalan cacing’ bagi penduduk daerah situ. Lorong dimana ada penjual majalah, CD bajakan hingga berbagai aksesoris. Lorong tempat anak punk kumpul tanpa diganggu pandangan mata aneh.</p>
<p>Rix ternyata bawa Psichedelic, majalah punk Eropa yang entah ia dapat darimana. Biasanya sih hasil meng-hacker*. Kami langsung mengerumuninya seperti semut melihat gula. Teman kami lain yang semula asyik menjajal-jajal CD bajakan ikut membanjiri Psichedelic .</p>
<p>* * *</p>
<p>Aku tahu kalau usiaku tidak lagi bisa dibilang muda. Maka tidak heran kalau ibuku terus bercuap-cuap sepanjang aku berada di rumah. Ia mengeluh soal rambut pink-ku yang belum lama kucat lagi jadi ungu. Belum lagi kicauan tetangga nyinyir usil soal teman-teman dan pergaulanku. Untung aku bekerja di sebuah perusahaan iklan yang membebaskan karyawan berbusana aneh-aneh selagi masih dinilai sopan. Jadilah aku terpaksa menahan diri untuk tidak mengenakan jeans rombeng . Tapi anting di hidung dan jaket kulitku diizinkan. Thanks God!</p>
<p>Kicauan ibu bukan sebatas cara dandan dan teman-temanku, namun merembet ke soal perjodohan dan pernikahan. Huek. Mau muntah aku mendengarnya. Katanya aku ini perawan tua salah gaul dalam dandanan orang stress . Gila betul ibuku, tega nian mengataiku demikian keji. Dia tidak tahu bahwa obsesiku untuk sebesar Patty Smith** dan Cyndi Lauper belum kesampaian sejak dulu. Dia tidak paham bahwa aku serasa hidup di dekade 1970-an di kawasan kumuh Amrik kalau sudah kumpul dengan teman-teman di Loronkz Punx. Aku jadi lupa kalau hidup di Indonesia, sebuah negeri tropis sumpek yang tak pernah menghargai puisi.</p>
<p>Di lorong itu pula aku bertemu teman-teman sealiran , seidealisme. Bisa diajak ngomong panjang lebar tentang Iggy Pop***, David Bowie, Andi Warhol, Basquiat**** sampai dengan kisah kasih Sid dan Nancy. Kami sempat punya band bernama ‘The Punxters’ yang kini tak pernah manggung lagi karena kesibukan kerja.</p>
<p>“Kamu sedangs apa, Nox,” suara Dex mengagetkanku. Malam minggu ini seperti biasa kami habiskan keliling kota berdua saja. Kami akan jalan-jalan atau sekedar nongrong hingga kelelahan dan berakhir di sebuah hotel murahan langganan kami.<br />
Kupandangi wajah tirus Dex, lelakkiku dalam dua tahun belakangan ini. Sepintas ia mirip Sid Vicious*****. Karena itu juga mungkin aku dulu suka dia. Tapi aku sama sekali tak berminat punya kisah kasih mirip Nancy.<br />
Ia mengepulkan asap rokok ke arahku, pertanda meminta jawaban segera. Aku terhenyak tak tahu harus bicara apa. Dex bukan tipe lelaki yang ingin cepat menikah. Aku hanya ingin bilang bahwa ibuku mengataiku perawan tua. Padahal sama sekali aku sudah tidak perawan, hahaha!</p>
<p>“Tidak apa-apa. Zuma melamun aza. Zampai kapan zinta kita terealisasi zebatas kamar hotel ini, ?”<br />
Aku sendiri kaget dengan kelancaran kata-kata itu. Dex tidak kalah kaget. Kedua alisnya terangkat<br />
.<br />
“Kau kira zinta kita zuma zebatas kamar ini? Crazy!”</p>
<p>Lelaki kerempeng itu seperti kebakaran jenggot. Ada kemarahan di wajahnya.<br />
Aku coba tidak peduli. Terus saja mengelagut sendiri. Aku tidak mau menyebut satu kata yang dibencinya, pernikahan.</p>
<p>“Aku tetap zinta kamu walau tidax dalam kamar hotel ini, Nox. Camkans itu!”</p>
<p>Aku paham betul maksudnya. Bahwa ia mencintaiku bukan cuma untuk bergelut di atas ranjang. Namun ia seolah tak mau mengerti bahwa sebagai perempuan aku juga butuh status jelas selain sebagai pacar yang bisa diajak tidur di hotel murahan setiap birahi memuncak.</p>
<p>Dex punya enam bersaudara dari bapak dan ibu berbeda-beda. Bapaknya kawin dua kali, begitu juga ibunya. Kemauakannya terhadap institusi pernikahan muncul dan berkembang sejak ia menjelang pubertas. Dalam usia semuda itu ia sudah menyaksikan ratusan bahkan ribuan kali pertengkaran dua bapak dan dua ibunya. Ada semacam dorongan kuat di batin Dex untuk tidak menciptakan sebuah keluarga. Adalah dosa membentuk sebuah keluarga besar tanpa setitik kebahagiaan.</p>
<p>Di awal hubungan kami dua tahun lalu ia sudah utarakan itu. Tak terbersit sedikitpun untuk menikah. Hari-hari pacaran kami bisa diisi dengan mendengar musik, baca buku, nonton film atau bercinta. Tapi tidak untuk membicarakan rencana pernikahan. Dan kenyataan itu baru mengusikku belakangan hari ini.</p>
<p>* * *<br />
Sore menjelang malam minggu. Musik berdentam keras dari dalam kamar. Suara Nena Hagen menjerit-jerit seperti tikus terjepit pintu. Aku suka. Perempuan Jerman anti kemapanan dan meneriakan revolusi melalui lagu-lagunya. Seperti biasa, malam ini aku janji dengan Dex untuk jalan-jalan keliling kota. Puncak, tujuan kami malam ini untuk double date dengan Onix dan pacar barunya. Paling-paling sewa vila bersama. Menyenangkan, daripada di hotel murahan biasa.<br />
Aku sibuk berdandan memantas-mantaskan baju apa yang harus kukenakan nanti. Jaket kulit kesayanganku sedang dicuci. Apa boleh buat, terpaksa dengan jaket jeans belel yang ditambal emblem berbagai merek baju ternama. Itu juga kesayanganku. Sebab untuk mendapatkan emblem merek topnya aku dan teman-teman sempat mengutil, merobeki koleksi baju di butik dan plaza elit. Taruhannya tentu saja nama baik dan kebebasan. Dan kami taruhan itu kami menangkan!</p>
<p>Aku masih melenggak-lenggokkan pinggul mengikuti gaya Nina Hagen di depan cermin. Sebelum tiba-tiba kulihat ada kerut di kedua ujung mataku. Setengah mati kututupi dengan bedak dan eye shadow tapi tak bisa. Serta merta ketika kuperiksa akar rambutku yang tertutup cat rambut, terlihat warna putih di sana. Kucoba untuk tetap tersenyum.</p>
<p>Suara klakson mobil Dex terdengar berkali-kali. Aku harus bergegas, namun pinggang ini mendadak sakit. Oh, rematik-ku kumat lagi! Memang di usia setua ini aku harus kurangi keluar malam terlalu sering. Ketika berjalan keluar, kuraih kado ulang tahun untuk Dex tersayang. Hari ini tepat ulang tahunnya yang ke 45 dan aku 43.</p>
<p>Jakarta, 2002</p>
<p>foto:foto:/images.elfwood.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/cerpen-tahun-2002-the-punk-couple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Adalah Arena Bermain!</title>
		<link>http://merry.netsains.com/dunia-adalah-arena-bermain/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/dunia-adalah-arena-bermain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 02:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Things]]></category>
		<category><![CDATA[creativity]]></category>
		<category><![CDATA[ideas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Banyak orang dewasa lupa bahwa dunia adalah arena bermain.&#8221;
Adikku yang dosen dan sudah bergelar master tapi masih suka pake asesoris SUPERMAN dan main basket sama mahasiswanya mengutip kata-kata itu bijak dari film Yes Man.
Saya setuju sepenuhnya. Bukan artinya saya menganggap hidup ini adalah main-main. Namun saya selalu menganggap segala sesuatu adalah hal yang tak perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Banyak orang dewasa lupa bahwa dunia adalah arena bermain.&#8221;</p>
<p>Adikku yang dosen dan sudah bergelar master tapi masih suka pake asesoris SUPERMAN dan main basket sama mahasiswanya mengutip kata-kata itu bijak dari film Yes Man.</p>
<p>Saya setuju sepenuhnya. Bukan artinya saya menganggap hidup ini adalah main-main. Namun saya selalu menganggap segala sesuatu adalah hal yang tak perlu dilakukan dengan mengerutkan kening sampai kita jadi cepat tua.</p>
<p><span id="more-41"></span><br />
Saya hampir lupa juga bahwa dunia adalah arena bermain. Padahal waktu jadi jurnalis dulu saya selalu anggap meliput atau menghadiri jumpa pers adalah arena menyenangkan dimana saya bisa kumpul sama teman-teman, berhaha-hihi, ngerumpi, cuwawakan, dsb.</p>
<p>Lalu saat kumpul dengan narasumber, adalah saat saya bisa memompa ilmu dan pengalaman mereka, menyerapnya ke dalam diri saya yang selalu haus hal-hal baru. Dan tentu diwarnai dengan haha hihi.</p>
<p>Sejak bukan jurnalis dan pelan-pelan mulai banting stir jadi penulis profesional, saya agak kehilangan arena bermain. Karena saya mulai jarang bersua teman-teman dan para narasumber.</p>
<p>Tapi untung tak berlangsung lama, sebab THANKS GOD, ADA INTERNET! ADA EMAIL, FACEBOOK, dan YAHOO MESSENGER!!!!</p>
<p>Di antara kesibukan merangkai huruf dan kata, saya sempatkan buat tetap haha hihi dengan teman, narasumber, klien, penerbit, melalui 3 senjata andalan itu. Dan saya anggap bahwa setiap hari adalah liburan. Setiap perjalanan adalah wisata. Setiap kesibukan dikerar deadline adalah sebuah games uber-uberan dimana saya harus jadi pemenang yang tak mengenal GAME OVER!</p>
<p>Ya, hidup adalah rangkaian DEADLINE, dimana di sela-selanya kita bisa sedikit leyeh-leyeh kalau sukses memenangkan permainan. Dunia adalah ARENA BERMAIN dimana kita kadang haha hihi kesenangan namun juga kadang MENANGIS karena terjauh dan luka. Buruan deh disembuhin lukanya dan BERMAIN LAGI!!!!</p>
<p>*Sudah dulu ya, mau makan Chitato sambil nonton Sponge Bob sama Libby nih*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/dunia-adalah-arena-bermain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Mendiang Lendy Widayana bagi Saya</title>
		<link>http://merry.netsains.com/arti-mendiang-lendy-widayana-bagi-saya/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/arti-mendiang-lendy-widayana-bagi-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 01:45:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Business as Usual...]]></category>
		<category><![CDATA[creativity]]></category>
		<category><![CDATA[ideas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah Notes yang saya posting di Facebook pada Januari 2009 lalu, dan inilah cikal bakal nama Merry and Assocaites.
&#8220;Kenapa ngga bikin aja Merry and Assocaites namanya?&#8221; Suara tegas dengan logat Jawatimuran itu masih tergiang di telingaku. Padahal sudah berlalu sekitar lima tahun silam, saat kami bersua beberapa kali dan sudah saling tahu apa obsesi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ini adalah Notes yang saya posting di Facebook pada Januari 2009 lalu, dan inilah cikal bakal nama Merry and Assocaites.</strong></p>
<p>&#8220;Kenapa ngga bikin aja Merry and Assocaites namanya?&#8221; Suara tegas dengan logat Jawatimuran itu masih tergiang di telingaku. Padahal sudah berlalu sekitar lima tahun silam, saat kami bersua beberapa kali dan sudah saling tahu apa obsesi kami masing-masing di masa depan. Pak Lendy alias Om Lendy, begitu aku sering meledeknya, bermimpi ingin jadi fotografer prosesional, mengikuti naluri petualangannya. Saat itu Om Lendy masih seorang lelaki berdasi yang terikat duduk di belakang meja. Ia mengaku sumpek dengan situasi itu, ingin lebih banyak di lapangan. Sedangkan aku ingin jadi lebih mandiri, bukan lagi karyawan 100% seperti saat itu.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>&#8220;Aku lagi di kaki Merapi, Mer.&#8221; Begitu tulisanya di Yahoo Messenger (YM). &#8220;Panas banget di sini, bisa meleleh aku kalo kelamaan,&#8221; lanjut pesan instan itu. &#8220;Pulang aja Om, leyeh-leyeh di rumah,&#8221; ledekku. Tapi Om Lendy bahagia, sebab sudah mulai sukses mewujudkan mimpinya untuk jadi fotografer profesional. Tak lagi berdasi dan duduk di belakang meja. Aku saat itu sudah mulai berani melangkah lebih jauh, tak lagi menggantungkan diri pada gaji bulanan belaka. Kami sama-sama sudah mulai mewujudkan impian yang kami gelindingkan.</p>
<p>&#8220;Fotoku dimuat di koran daerah tanpa izin, Mer.&#8221; Begitu pesan dari YM Om Lendy. &#8220;Wah, kurang ajar, koran mana tuh Om?&#8221; Aku jadi panas mendengar perlakuan curang terhadap Om-ku yang satu ini. &#8220;Ndak apalah, aku ndak mau perpanjang urusannya.&#8221; Saat itu Om Lendy adalah fotografer resmi acara pernikahan anak Sri Sultan. Yah, Om kita ini sudah mantab surantab sebagai fotografer profesional. Dan aku sudah keluar dari media tempatku bekerja selama enam tahun, mulai menjejak ke jenjang yang lebih profesional.</p>
<p>Aku masih ingat semua detail perbincangan kita. Semua detail canda-canda kita. Bahkan semua status di YM seorang Lendy Widayana, aku ingat! Aku masih memandangi terus namamu di YM, Om Lendy. Aku berharap kau akan online dan kita saling menggelindingkan mimpi.</p>
<p>Nama Lendy Widayana memang tidak sehingar bingar Roy Suryo, Onno Purbo, Budi rahardjo, I Made Wiryana, Kusmayanto Kadiman, Romi Satria Wahono, Heru Sutadi, dan semua selebritas dunia IT itu. Nama Lendy Widayana memang terkesan sederhana, bersahaja, sama bersahajanya dengan gaya seorang Om Lendy yang kukenal. Rokoknya saja masih Djie Sam Soe, yang sering kuledek sebagai rokok abang becak. &#8220;Nongkrong di kafe elit, kok rokoknya rokok abang-abang sih,Om!&#8221; Tapi aku juga mencomot rokok itu, menikmatinya bersama dengan seduhan kopi hitam.</p>
<p>Om Lendy begitu bangga dengan istrinya, Mbak Dona, yang begitu pengertian dengan jiwa petualangan dan idealismenya. Om Lendy memang tidak banyak diekspos media massa ternama, tapi namanya akan selalu lekat di hati banyak orang, aku yakin itu! Om, semoga kamu bahagia ya sekarang. Kalau dapet foto bagus di alam baka sana, tolong kirim ke aku ya Om&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/arti-mendiang-lendy-widayana-bagi-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya: Si Murid Goblok Itu&#8230;</title>
		<link>http://merry.netsains.com/saya-si-murid-goblok-itu/</link>
		<comments>http://merry.netsains.com/saya-si-murid-goblok-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 01:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>merry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Things]]></category>
		<category><![CDATA[creative minds]]></category>
		<category><![CDATA[creativity]]></category>
		<category><![CDATA[self confident]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://merry.netsains.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Huaaa!  Akhirnya sempat ngeblog juga!
Ini postinganku pertama di tahun 2009 ini. Ampun, sejak Desember kemarin semua proyek mengalir tiada henti, nyaris tidak menyisakan waktu buat bersantai barang sejenak dua jenak (duh tuh istilah!).
Dan di tengah kesibukan itu, mendadak saya seperti tersedot mesin waktu ke masa silam. Beberapa teman SMA mengontak, mengajak bernostalgia. Teman yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Huaaa!  Akhirnya sempat ngeblog juga!<br />
Ini postinganku pertama di tahun 2009 ini. Ampun, sejak Desember kemarin semua proyek mengalir tiada henti, nyaris tidak menyisakan waktu buat bersantai barang sejenak dua jenak (duh tuh istilah!).</p>
<p>Dan di tengah kesibukan itu, mendadak saya seperti tersedot mesin waktu ke masa silam. Beberapa teman SMA mengontak, mengajak bernostalgia. Teman yang sekian belas tahun tak bersua. Lalu berkat Facebook dan YM, teman-teman SMP kembali menyeruak ikutan meramaikan kesibukan saya belakangan ini.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p>Bersua mereka, saya seperti dihadapkan pada masa &#8220;pertumbuhan&#8221; di SMP dan SMA saat saya masih setengah manusia. Ya, ada orang yang langsung sadar dirinya manusia begitu memasuki masa remaja. Tapi saya tidak. Masa menjadi bayi sampai SMA bahkan juga kuliah masih masa pembentukan.</p>
<p>Asli deh, di kurun periode itu saya tak tahu mau apa sih hidup ini. Maunya cuma senang-senang, denger Guns N Roses, Nirvana, Bon Jovi, sampai koleksi jadul tapi sadis kayak Judast Priest, Deep Purple, Kiss, aih aih, selera gue parah abis kan? Saya sampai berkata pada seorang teman: &#8220;Gue benci masa sekolah, sebab saat itu gue adalah manusia tergoblok di dunia. Gue benci sama guru, matematika, dan tetekbengeknya. Masa sekolah adalah masa paling suram, abad kegelapan. Sebab gue jauh dari sosok siswa berprestasi kebanggaan bangsa. Gue adalah perwujudan musuh semua guru dan orangtua murid.&#8221;</p>
<p>Temen saya hanya shock. &#8220;Masa sih Mer? Perasaan lu dulu imut deh.&#8221;<br />
Halah! Imut! Hanya satu kata itu yang diingat seorang teman tentang saya di masa silam. Wajar sih, wong dulu saya masih setengah manusia, bahkan jenis kelamin saya pun masih meragukan apakah saya cewek, cowok, atau hermaprodit atau bahkan tak berkelamin.</p>
<p>Lantas, apakah saya sudah manusia seutuhnya saat ini? Yah, minimal saya sudah bisa hidup mandiri 100% sejak selesai kuliah (eh ngga selesai dink, saya drop out!). Walau ngga kelar kuliah, saya merasa sudah menyelesaikan S1 dan skripsi saya: buku yang saya tulis dan sudah terbit di tahun 2007 lalu. Kini saya sedang menyelesaikan tesis S2 saya, sebuah buku yang sudah dipesan Gramedia. Lalu juga menyelesaikan beberapa proyek riset, buku pesanan klien.</p>
<p>Kuliah saya memang bukan di kampus formal seerti mayoritas teman-teman SMP dan SMA saya yang sukses. Kuliah saya adalah kehidupan yang tak kunjung surut ini. Walau sceara formal saya tak pernah lulus kuliah, saya bangga bisa mendirikan laboratorium virtual, www.netsains.com yang isinya para dosen, mentri, jurnalis kenamaan, ilmuwan genius. Walau saya dulu langganan dimarahi guru, disetrap karena tak mengerjakan PR, kini saya justru mengedit dan menulis artikel sains setiap hari.</p>
<p>Walau saya bukan idola sekolah, cewek tercantik di kelas, jago basket, murid teladan, tapi saya sudah memiliki rumah sendiri, istana yang saya bangun dengan jerih payah sendiri, seorang putri menggemaskan, dan seorang pasangan hidup yang setia dan baik hati, cerdas dan tidak sombong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://merry.netsains.com/saya-si-murid-goblok-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

