“Banyak orang dewasa lupa bahwa dunia adalah arena bermain.”
Adikku yang dosen dan sudah bergelar master tapi masih suka pake asesoris SUPERMAN dan main basket sama mahasiswanya mengutip kata-kata itu bijak dari film Yes Man.
Saya setuju sepenuhnya. Bukan artinya saya menganggap hidup ini adalah main-main. Namun saya selalu menganggap segala sesuatu adalah hal yang tak perlu dilakukan dengan mengerutkan kening sampai kita jadi cepat tua.
Saya hampir lupa juga bahwa dunia adalah arena bermain. Padahal waktu jadi jurnalis dulu saya selalu anggap meliput atau menghadiri jumpa pers adalah arena menyenangkan dimana saya bisa kumpul sama teman-teman, berhaha-hihi, ngerumpi, cuwawakan, dsb.
Lalu saat kumpul dengan narasumber, adalah saat saya bisa memompa ilmu dan pengalaman mereka, menyerapnya ke dalam diri saya yang selalu haus hal-hal baru. Dan tentu diwarnai dengan haha hihi.
Sejak bukan jurnalis dan pelan-pelan mulai banting stir jadi penulis profesional, saya agak kehilangan arena bermain. Karena saya mulai jarang bersua teman-teman dan para narasumber.
Tapi untung tak berlangsung lama, sebab THANKS GOD, ADA INTERNET! ADA EMAIL, FACEBOOK, dan YAHOO MESSENGER!!!!
Di antara kesibukan merangkai huruf dan kata, saya sempatkan buat tetap haha hihi dengan teman, narasumber, klien, penerbit, melalui 3 senjata andalan itu. Dan saya anggap bahwa setiap hari adalah liburan. Setiap perjalanan adalah wisata. Setiap kesibukan dikerar deadline adalah sebuah games uber-uberan dimana saya harus jadi pemenang yang tak mengenal GAME OVER!
Ya, hidup adalah rangkaian DEADLINE, dimana di sela-selanya kita bisa sedikit leyeh-leyeh kalau sukses memenangkan permainan. Dunia adalah ARENA BERMAIN dimana kita kadang haha hihi kesenangan namun juga kadang MENANGIS karena terjauh dan luka. Buruan deh disembuhin lukanya dan BERMAIN LAGI!!!!
*Sudah dulu ya, mau makan Chitato sambil nonton Sponge Bob sama Libby nih*
Tags: creativity, ideas
inspiratif mer, saya sering banget mengerutkan kening menghadapi dunia…dan lupa caranya bermain:-)