Thanks buat pembidik kamera: Budi Rahardjo, Harry Sufehmi, dan fotografer Biskom yang maaf lupa namanya.
Thanks buat semua teman-teman yang hadir. Para pembicara yang heboh dan hebring tenan!
Thanks buat semua kontributor Netsains baik yang hadir maupun tidak. Berkat kalian semua, Netsains bisa terus eksis hingga detik ini.
Tak kalah menarik aksi Budi Rahardjo. Dosen Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku menulis di Internet jauh lebih banyak manfaatnya kendati tidak ada honorarium sama sekali. Walau karya tulis ilmiahnya sempat dibajak menjadi skripsi orang lain, ia tidak pernah kapok untuk terus berbagi ilmu di Internet. “Orang akan tahu karya siapa itu sesungguhnya. Jadi tak perlu ada kekawatiran tulisan kita dicuri orang lain,” ujar lelaki berkumis yang hobi nongkrong di kafe ini.
Terkenal dengan blognya http://rahard.wordpress.com, Budi yang akrab disapa “BR” ini berkisah bahwa memang sebaiknya sains dan teknologi dipopulerkan dengan cara yang menyenangkan dan menarik sejak usia dini. Internet sebagai salah satu media yang paling efektif bisa dijadikan sarana untuk itu selain buku atau acara televisi. Mengaku mendapat inspirasi dari gaya presentasinya Bill Gates dan Steven Jobs, beliau membawakan presentasi sebagai layaknya seorang entertainer ulung. Materi yang beliau bawakan adalah mengenai ‘internet dan anak-anak’. Di situ Pak Budi menekankan pentingnya mempopularisasikan sains pada anak-anak, karena mereka adalah generasi penerus. Dalam presentasinya, sempat dijabarkan betapa suramnya dunia tanpa keberadaan engineer, dan dimana engineering menjadi pemberi pencerahan pada kemanusiaan.
Fiksi Ilmiah
Ilmuwan yang berkutat di laboratorium pun bukan berarti tak bisa juga berlaga di Internet. Ini dbuktikan dengan Arli Aditya Parikesit, ilmuwan dan dosen bioinformatikan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) yang rajin menulis di Internet. Arli yang tertarik dengan bioteknologi dan filsafat ini banyak mengangkat tema sains yang dikaitkan dengan fiksi ilmiah. “Karya fiksi ilmiah seperti ciptaan Jules Verne yang dulu hanya imajinasi, kini pelan-pelan menjadi kenyataan berkat kemajuan sains dan teknologi,” papar Arli. Walau menulis di Internet memangsangat menyengangkan, baik Arli, Budi maupun Romi tetap setia menulis di jurnal ilmiah.
Tags: community, netsains.com
